23 April 2008

BUAYA PENEROR NELAYAN DITANGKAP


SEEKOR BUAYA MUARA DENGAN PANJANG ENAM METER DAN MEMILIKI BOBOT SEKITAR SATU TON LEBIH BERHASIL DITANGKAP WARGA DESA PUNGGUR BESAR,KECAMATAN SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT. RABU SORE, BUAYA MUARA YANG DIDUGA MENJADI PENYEBAB TEWASNYA SEJUMLAH NELAYAN BERHASIL DITANGKAP BERKAT BANTUAN PAWANG BUAYA.

WARGA DESA SUNGAI KAKAP YANG BELAKANGAN RESAH AKIBAT SERANGAN BUAYA MUARA GANAS, AKHIRNYA DAPAT BERNAFAS LEGA.

SEEKOR BUAYA MUARA DENGAN PANJANG SEKITAR ENAM METER DAN MEMILIKI BERAT BADAN SEKITAR SATU TON LEBIH BERHASIL DITANGKAP WARGA.

WARGA MENANGKAP BUAYA MUARA INI DENGAN MEMANCINGNYA KELUAR DARI SARANGNYA. SEBAGAI UMPAN, WARGA MEMASANG SEEKOR BANGKAI BEBEK DAN AYAM PADA MATA KAIL.

“….ada warga yang lewat, mencari kayu api, mereka mencium bau busuk di rawa-rawa,dan dilihat seekor buaya..Buaya ini memang sengaja kami pancing keluar karena telah memangsa nelayan disini…," kata Cen, pawang buaya.

SUDAH HAMPIR TIGA BULAN INI, WARGA TERUS MEMBURU BUAYA MUARA. PEMICU KEMARAHAN WARGA KARENA BUAYA MUARA INI DITUDING PENYEBAB TEWASNYA SEJUMLAH NELAYAN SAAT MENCARI UDANG DAN IKAN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KAKAP.

SERANGAN BUAYA MUARA INI MEMBUAT MEREKA TERANCAM KEHILANGAN MATA PENCAHARIANNYA. TAK MENGHERANKAN, JIKA WARGA MULAI GERAM DENGAN SERANGAN BUAYA INI. APALAGI TIDAK ADANYA PERHATIAN PEMERINTAH, MEMBUAT WARGA MEMILIH MEMBUNUH BUAYA MUARA INI KARENA MENGANCAM KESELAMATAN MEREKA.

"perhatian dari pemerintah provinsi untuk mencarikan solusi,karena nelayan disini sudah takutmelaut akibat serangan buaya ini…," tegas Effendi,Kades Punggur Besar

UNTUK DESA PUNGGUR BESAR, SERANGAN BUAYA MUARA INI TERJADI YANG KETIGA KALINYA.TAHUN LALU, SEORANG NELAYAN TEWAS DENGAN TUBUH TERPOTONG-POTONG, DAN PADA DUA MINGGU YANG LALU/SERANGAN BUAYA MUARA INI KEMBALI MEMAKAN KORBAN JIWA. SEORANG NELAYAN TEWAS DENGAN DUA TANGAN PUTUS. MASYARAKAT HANYA BERHARAP SERANGAN BUAYA INI DAPAT DIATASI PEMERINTAH, AGAR TAK ADA LAGI KORBAN BERIKUTNYA.

BANGKAI BUAYA MUARA YANG TELAH MENEBAR AROMA BUSUK INI TERUS DIDATANGI WARGA//MEREKA SEKEDAR INGIN MELIHAT WUJUD NYATA BUAYA PEMANGSA NELAYAN INI YANG KERAP DITAKUTI INI.

NELAYAN SUI KAKAP TEWAS DITERKAM BUAYA


Nasib naas dialami seorang nelayan, warga Desa Tanjung Saleh,Kecamatan Sungai Kakap,Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rabu siang, pria berusia 60 tahun ini tewas di terkam buaya muara.

Keganasan buaya muara ini terus meneror warga sehingga warga memilih tidak melaut. Pasalnya, mereka trauma dan kuatir menjadi sasaran berikutnya. Mereka berharap serangan buaya muara ini segera diatasi. Mereka kuatir tidak dapat menyambung hidup karena seluruh kebutuhan pokok bersumber dari mata pencaharian mereka sebagai nelayan.

Warga Desa Tanjung Saleh Kecamatan Sungai Kakap kembali dikejutkan serangan buaya muara. Raja sungai ini menyerang seorang nelayan bernama Kalot Amin.

Kalot Amin tewas dengan luka bekas gigitan di kaki, dada dan punggungnya. Amin sebetulnya sempat memberi perlawanan. Namun keganasan buaya muara membuat Amin akhirnya menemui ajalnya.

Kematian Amin yang begitu mendadak membuat Lehot, istri korban tak kuasa membendung air matanya. Wanita berusia 32 tahun ini tak menduga apalagi mempunyai firasat suaminya pergi dengan begitu cepat. Padahal sebelum berangkat pergi mencari udang dengan Hamid, korban sempat berpesan agar seluruh hasil panen padi disimpan di rumah

"....dia pergi mencari udang, sempat bilang agar hasil panen padi dibawa pulang ke rumah untuk disimpan…,sedih Lehot.

Hingga Rabu malam, kediaman Kalot Amin terus didatangi sejumlah pelayat. Mereka bahkan rela menggunakan perahu dan kapal klotok untuk menyatakan rasa belasungkawa kepada keluarga korban.